Tulisan ini terinspirasi oleh pemberitaan mengenai perkara yang melibatkan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Nadiem Makarim, yang dalam beberapa waktu terakhir ini menjadi perhatian publik. Namun sejak awal perlu saya tegaskan bahwa tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai analisis hukum, apalagi sebagai penilaian terhadap benar atau salahnya seseorang di hadapan hukum. Saya tidak mengikuti secara utuh jalannya persidangan, tidak membaca keseluruhan berkas perkara, dan tidak bermaksud mengomentari aspek pembuktian maupun pertimbangan hakim. Sampai dengan tulisan ini diterbitkan, walaupun sudah ada putusan hakim pada kasus tersebut yang menyatakan Beliau bersalah, namun masih ada ruang bagi Beliau untuk mengambil upaya hukum berikutnya. Kasus ini saya tempatkan semata-mata sebagai titik berangkat untuk merenungkan sebuah persoalan yang lebih mendasar, “ mengapa orang-orang yang telah sukses, mapan, bahkan kaya raya, ketika memasuki jabatan publik, tetap dapat menghadapi godaa...
The Dirav's
Pendapat pribadi tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, pengelolaan keuangan daerah, dan pengelolaan industri dalam perspektif birokasi pemerintah