Maluku Utara hari ini tidak lagi berada di pinggiran peta ekonomi nasional. Ia telah menjelma menjadi salah satu episentrum industri nikel dunia. Kawasan industri tumbuh pesat, investasi mengalir deras, dan aktivitas ekspor meningkat signifikan. Dalam narasi besar pembangunan nasional, hilirisasi nikel diposisikan sebagai kisah sukses, bahkan sebagai simbol kebangkitan industri berbasis sumber daya alam Indonesia. Namun, di tengah gegap gempita tersebut, muncul satu pertanyaan mendasar yang layak diajukan secara jernih, "sejauh mana manfaat industri nikel benar-benar dirasakan oleh daerah sebagai tuan rumah"?. Pertanyaan ini penting, bukan untuk menegasikan capaian, melainkan untuk memastikan bahwa pembangunan yang terjadi tidak berhenti pada statistik makro, tetapi juga hadir dalam realitas keseharian masyarakat. Di atas kertas, keberhasilan hilirisasi memang sulit dibantah. Larangan ekspor bijih mentah telah mendorong tumbuhnya smelter, meningkatkan nilai tambah komoditas, ...
The Dirav's
Pendapat pribadi tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, pengelolaan keuangan daerah, dan pengelolaan industri dalam perspektif birokasi pemerintah